Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WISATA SEJARAH:Mau Ke Gunung Padang? Ini Rute Ke Lokasi

Situs Megalitikum Gunung Padang diperkirakan oleh para ahli purbakala berasal dari masa sekitar 7800-5500 sebelum masehi atau lebih tua dibandingkan usia Piramida Mesir. Dimana letaknya dan bagaimana rute ke lokasi itu?
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 20 April 2014  |  02:02 WIB
Situs Megalitik Gunung Padang di Cianjur Jawa Barat - JIBI/Sukirno
Situs Megalitik Gunung Padang di Cianjur Jawa Barat - JIBI/Sukirno

Bisnis.com, JAKARTA--Situs Megalitikum Gunung Padang diperkirakan oleh para ahli purbakala berasal dari masa sekitar 7800-5500 sebelum masehi atau lebih tua dibandingkan usia Piramida Mesir.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahkan meyakini situs purbakala ini merupakan situs prasejarah terbesar di dunia. Diperkirakan besarnya situs megalitikum Gunung Padang sekitar 9 kali Candi Borobudur.

Situs yang masih berupa tumpukan bebatuan yang dibentuk senada itu terletak di Dusun Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Untuk menuju ke lokasi situs megalitikum yang diresmikan sejak 2011 itu, terdapat tiga pilihan moda transportasi. Diantaranya dengan menggunakan kendaraan umum, kendaraan pribadi, dan kereta api.

Pilihan pertama, menggunakan kendaraan umum. Jika berangkat dari Jakarta, Anda bisa menggunakan bus dari Terminal Kampung Rambutan menuju Cianjur. Kemudian disambung menggunakan angkutan kota 43 ke arah Warung Kondang dengan tarif Rp2.500 per orang.

Dari Warung Kondang, masih harus menyambung angkot menuju Cipanggulan dengan tarif Rp5.000. Namun, masih belum juga sampai karena harus dilanjutkan menggunakan jasa ojek langsung menuju Gunung Padang dengan tarif Rp50.000.

Bila berangkat dari Terminal Baranang Siang Bogor, hendaknya menggunakan angkutan minibus berwarna putih khusus ke Cianjur. Angkutan ini biasanya akan berjalan apabila telah terpenuhi kuota 15 penumpang dengan tarif masing-masing Rp25.000.

Saat Anda telah tiba di Cianjur, jika Anda tidak sendirian, hendaknya Anda langsung bernegosiasi dengan sopir angkot agar mengantar hingga Gunung Padang. Biasanya, bila menyewa angkot untuk mengantar hingga kembali ke Cianjur. Anda hanya dikenakan tarif Rp200.000 per mobil.

Pilihan kedua, menggunakan kendaraan pribadi. Rutenya akan sama dengan rute kendaraan umum. Namun, setidaknya Anda tidak perlu bersusah payah bergonta-ganti kendaraan.

Pilihan ketiga dan merupakan moda transportasi terbaru yaitu menggunakan kereta api. PT Kereta Api Indonesia telah meresmikan rute Bogor-Sukabumi-Cianjur pada 8 Februari 2014.

Jika Anda berangkat dari Jakarta, bisa menggunakan KRL jurusan Bogor dengan tarif sekitar Rp4.000 per orang. Turun di Stasiun Bogor, dilanjutkan menggunakan KA Pangrango menuju Sukabumi, lalu disambung dengan KA Siliwangi menuju Cianjur.

Tarif tiket KA Pangrango Rp20.000 untuk kelas ekonomi dan Rp50.000 untuk kelas eksektif. Setelah ditempuh sekitar 2 jam, Anda harus transit menggunakan KA Siliwangi dengan tarif Rp20.000 kelas ekonomi dan Rp35.000 kelas eksekutif.

Stasiun terdekat dengan situs Gunung Padang adalah Stasiun Lampegan, hanya 1 stasiun sebelum Stasiun Cianjur. Dari Stasiun Lampegan, Anda harus menggunakan jasa ojek karena masih berjarak sekitar 7 Km untuk menuju ke situs tersebut.

Apablia telah sampai di situs Gunung Padang, pengelola Dinas Pariwisata Cianjur telah menyediakan area parkir yang cukup luas dengan fasilitas toilet umum, pusat informasi situs purbakala, dan pemandu wisata.

Tarifnya masing-masing Rp5.000 untuk parkir mobil, Rp2.000 untuk toilet, Rp2.000 untuk tiket masuk situs Gunung Padang, dan Rp50.000 untuk jasa pemandu wisata.

Ternyata tak perlu jauh dan mahal untuk menyaksikan keajaiban peradaban dunia. Bagaimana, cukup murah bukan? Selamat berwisata.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung padang
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top