Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Schmutzer, Pusat Primata Terbesar di Dunia Kebanggaan TMS Ragunan

Berkunjung ke Taman Marga Satwa (TMS) Ragunan belum lengkap rasanya jika tidak menginjakan kaki di Pusat Primata Schmutzer (PPS). Area seluas 13 hektar di kawasan TMS Ragunan ini menjadi pusat konservasi eksitu primata terbesar di dunia. Bukan hanya primata asli Indonesia, PPS pun dihuni primata langka dari penjuru dunia.
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 10 Maret 2014  |  02:15 WIB
Untuk memasuki kawasan PPS, pengunjung akan ditarik biaya sebesar Rp. 7500,00.di luar harga tiket masuk TMS Ragunan.  - bisnis.com
Untuk memasuki kawasan PPS, pengunjung akan ditarik biaya sebesar Rp. 7500,00.di luar harga tiket masuk TMS Ragunan. - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Berkunjung ke Taman Marga Satwa (TMS) Ragunan belum lengkap rasanya jika tidak menginjakan kaki di Pusat Primata Schmutzer (PPS). Area seluas 13 hektar di kawasan TMS Ragunan ini menjadi pusat konservasi eksitu primata terbesar di dunia. Bukan hanya primata asli Indonesia, PPS pun dihuni primata langka dari penjuru dunia.

Yang juga membanggakan, di sana terdapat pula tiga primata terbesar di dunia seperti Gorila, Orang Utan dan Simpanse. Selain itu, di PPS para pengujung dapat menemui pula Surilli, Simpai, Monyet Yaki, Monyet Boti, Siamang, Lutung Kokah, Lutung Budeng, Marmoset, Kukang, Beruk, dan Bekantan.

PPS merupakan sebuah cita cita dari Pauline Antoinette Schmutzer-versteegh. PPS dibangun pada 2008 dan selesai empat tahun kemudian. Menurut Kepala Humas TMS Ragunan Wahyudi Bambang,  mendiang Pauline Antoinette Schmutzer-versteegh merupakan seorang pecinta binatang yang sangat dermawan.

Ia menghibahkan sedikit hartanya untuk membangun PPS karena ketertarikan dan kepedualiannya terhadap primata di seluruh dunia. Namun sayang, Pauline Antoinette Schmutzer-versteegh meninggal sebelum PPS selesai dibangun.

“Mempunyai cita cita membangun pusat primata terbesar di Raguanan. Ternyata terbesar di dunia dia senang sekali di sini. Dia mendonasikan hartanya untuk membangun pusat primata. Ini kita jadikan penghormatan kepada beliau,” papar Bambang.

Untuk menambah pengetahuan pengunjung terkait primata, PPS pun dilengkapi dengan museum, perpustakaan, dan teater bioskop kecil yang di dalamnya terdapat berbagai referensi terkait primata.

Untuk menjamin kehidupan yang nyaman bagi penghuninya, PPS dilengkapi enklosur atau kandang yang menyerupai habitat asli hewan-hewan tersebut. Bahkan menurut Bambang, PPS Ragunan dengan enklosur-nya, mendapat pujian dari pengamat primata asal Inggris dan Jerman.

“Ahli primata dari Inggris dan Jerman pernah bilang enklosur di sini lebih baik jika dibandingkan dengan yang ada di negara mereka”, jelas Bambang.

Untuk memasuki kawasan PPS, pengunjung akan ditarik biaya sebesar Rp. 7500,00.di luar harga tiket masuk TMS Ragunan. Dengan harga yang relatif murah tersebut, pengunjung dapat melihat berbagai jenis primata seperti di habitat aslinya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kebun binatang ragunan
Editor : Fatkhul-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top