Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dorong Kunjungan Wisata, Bandara Raja Ampat Diperlebar

Ingin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, Pemkab Kabupaten Raja Ampat Papua Barat serta Kementerian Perhubungan menandatangani nota kesepahaman pengembanganan bandara.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 21 Februari 2014  |  18:06 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Ingin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, Pemkab Kabupaten Raja Ampat Papua Barat serta Kementerian Perhubungan menandatangani nota kesepahaman pengembanganan bandara.

Bupati Kabupaten Rajan Ampat Marcus Wanma mengatakan kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara ke wilayah tersebut meningkat signifikan setiap tahun. Dia mencontohkan untuk 2012, total kunjungan mencapai 7000 orang. Pada 2013, kunjungan meningkat lebih dari 100% yakni 15.000 orang.

“Kami targetkan jumlah kunjungan mencapai 30.000 pada 2014,” ujarnya Jumat (21/2/2014).

Marcus menambahkan sektor pariwisata menjadi salah satu ujung tombak pendapatan daerah tersebut selain sektor perikanan. Karena itu, mereka membutuhkan pengembangan infrastruktur  penerbangan untuk mendorong pertumbuhan sektor-sektor tersebut.

Nota kesepahaman (MoU) yang ia tandatangani bersama Direktur Jenderal Perhubungan udara Kemenhub, Harry Bhakti S. Gumay akan mengatur soal pembangunan sisi udara yang dilakukan oleh pemerintah pusat dengan memperpanjang landasan pacu dari 1.200 meter menjadi 1.400 meter dengan lebar 30 meter.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, lanjut Marcus, sudah melakukan sejumlah langkah berupa pembebasan lahan secara bertahap. Ia belum mengetahui berapa banyak anggaran yang bakal digelontorkan oleh pemerintah pusat terkait pengembangan bandara tersebut.

Saat ini, lanjutnya, frekuensi penerbangan di kabupaten tersebut hanya 2 kali sepekan dan dilayani oleh penerbangan perintis dari Kota Sorong. Jika bandara sudah dikembangkan, Marcus meyakini akan ada penerbangan langsung dari daerah sekitar seperti Ternate, Ambon atau Manado serta Makassar.

“Untuk proses pembangunan diperkirakan akan dimulai 2015 mendatang,” tambahnya.

Dirjen Perhubungan Udara Harry Bhakti S. Gumay mengatakan nota kesepahaman itu bertujuan sebagai pedoman umum bagi jajarannya serta pemerintah daerah agar pelaksanaan pengembangan bandara bisa berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.

Dirjen melanjutkan tidak tertutup kemungkinan bandara tersebut bisa dijadikan bandara internasional karena kunjungan wisatawan yang melonjak drastic setiap tahun. Akan tetapi hal itu menurut Harry masih harus dibicarakan dengan pihak Bea Cukai, Karantina serta Imigrasi.

“Ke depan bisa menjadi bandara internasional tapi tentunya harus melihat pasar yang ada serta berkoordinasi dengan” pihak lain seperti Kementerian Hukum dan HAM [Imigrasi], dan Kementerian Keuangan [Bea Cukai],jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

raja ampat
Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top