Pariwisata Batu Malang Dapat Suntikan Dana Rp11 Miliar

Sektor pariwisata di Kota Batu, Jawa Timur, pada 2014 mendatang bakal disuntik anggaran sebesar Rp11 miliar yang berasal dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) setempat
M. Sofi’I | 02 Desember 2013 17:06 WIB

Bisnis.com,BATU - Sektor pariwisata di Kota Batu, Jawa Timur, pada 2014 mendatang bakal disuntik anggaran sebesar Rp11 miliar yang berasal dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) setempat.

Mistin, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu, mengatakan anggaran sebesar itu utamanya untuk memajukan desa wisata maupun pengembangan promosi pariwisata lainnya.

“Pengajuan anggaran yang cukup besar itu guna mendukung Kota Batu yang bertekad menjadi sentra pertanian organik berbasis pariwisata internasional,” kata Mistin di Batu, Senin (2/12/2013).

Sebagian besar anggaran nantinya diperuntukkan untuk pengembangan pariwisata berbasi masyarakat atau desa wisata. Dengan begitu desa wisata  di Batu akan semakin banyak.

Menurutnya pengembangan Dewi Puntensari (Desa Wisata Kungkuk Punten dan Gunungsari) selama 2013 hanya disuntik dana sebesar Rp2 miliar dan akan dilanjutkan pada tahun depan.

“Setelah Dewi Puntensari pengembangan desa wisata lainnya akan kami maksimalkan,” jelas dia.

Sejumlah desa di Kota Batu tengah disiapkan menjadi desa wisata diantaranya Desa Sumberbrantas, Tlekung, Sumberejo, Pandanrejo, Tulungrejo, dan Kelurahan Temas.

Promosi juga telah dilakukan diantaranya di Bandara Juanda Surabaya melalui baliho karena bandara menjadi pintu masuk ke Kota Batu. Selain itu Dinas Pariwisata juga akan bekerja sama dengan beberapa provider telepon seluler untuk promosi.

“Kerja sama tersebut memungkinkan setiap wisatawan akan mendapat  ucapan selamat datang ketika masuk wilayah Batu,” ujarnya.

Isi pesan melalui hand phone tersebut berisi lokasi dan peta wisata serta berbagai informasi di dalamnya. Dengan begitu akan sangat memudahkan wisatawan untuk datang dan menikmati fasilitas dan informasi yang ada di Batu.

Selain itu kegiatan even lainnya seperti Batu Flora Festival, Pemilihan Kangmas Nimas, Paralayang, dan even besar lainya tetap menjadi agenda rutin di  Batu. Hal itu sesuai dengan tekad Pemkot Batu untuk mendatangkan wisatawan sebanyak mungkin.

“Jika sebelumnya sebanyak 4 juta wisatawan datang pada 2014 ditargetkan  5 juta wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” tambah dia.

Natalina, Operation Manager Kampung Lumbung Hotel Kota Batu, mengatakan saat ini konsep eco life yang tengah diusung sejumlah hotel di Batu banyak diminati wisatawan baik domestik maupun asing.

Kampung Lumbung misalnya sejak awal berdiri memang mengusung konsep bernuansa alam tersebut. Dalam pelaksanaan Batu Travel Mart akhir pekan lalu misalnya, Kampung Lumbung kebanjiran tamu rombongan. Maklum dalam even yang mempertemukan dengan buyer tersebut Kampung Lumbung mengusung kamar hotel dari lumbung yang menjadi andalannya.

“Sepanjang Desember kami kebanjiran tamu utamanya dari rombongan korporat. Konsep eco life yang kami tawarkan ternyata banyak diminati perusahaan-perusahaan besar untuk menggelar acara di tempat kami,” sebut Natalina.

Tag : malang, batu malang
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top