Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kebun Binatang Surabaya Raih Laba Rp30 Juta

Bisnis.com, SURABAYA – Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PD Taman Satwa KBS) selama Semester I/2014 membukukan keuntungan Rp30 juta, melalui penjualan tiket masuk Rp15.000/pengunjung.
Adam A. Chevny
Adam A. Chevny - Bisnis.com 08 Oktober 2013  |  13:02 WIB

Bisnis.com, SURABAYA – Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PD Taman Satwa KBS) selama Semester I/2014 membukukan keuntungan Rp30 juta, melalui penjualan tiket masuk Rp15.000/pengunjung.

Sementara kebutuhan dana KBS rata-rata Rp1,7 miliar per bulan mencakup belanja rutin pengadaan pakan satwa (Rp400 juta), gaji karyawan (Rp400 juta) serta pemeliharaan fasilitas tempat rekreasi tersebut.

Direktur Keuangan dan SDM PD Taman Satwa KBS Fuad Hasan mengatakan setelah KBS ditingkatkan statusnya menjadi BUMD per Juli tahun ini (di bawah Pemerintah Kota Surabaya), maka harus berorientasi meraup laba kendati fungsi yang diemban adalah menyejahterakan satwa.

“Selama Januari -Juni kami membukukan laba Rp30 juta, dan diupayakan selama semester II ini bisa naik lagi dengan mengadakan berbagai atraksi guna menarik minat pengunjung. Tiket masuk tetap Rp15.000/pengunjung,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (8/10 2013).

Menurut Fuad, KBS masih diminati masyarakat Jawa Timur maupun dari provinsi lain, yang dibuktikan dengan tingginya volume kunjungan pada Minggu mencapai 10.000 orang dan Sabtu sebanyak 5.000 orang.

Kunjungan ke KBS bertepatan hari libur nasional bahkan membeludak, seperti pada Lebaran/Agustus lalu pihak PD Taman Satwa KBS mampu meraup laba Rp800 juta.
Lokasi KBS sangat strategis yakni di dalam Kota Surabaya bersebelahan dengan terminal angkutan kota Joyoboyo.

Arealnya seluas 15,3 hektare dan memiliki 230 spesies satwa berjumlah 3.700 ekor. Jumlah pegawai tetap KBS sebanyak 134 orang, karyawan kontrak 25 orang dan 20 satpam.

“Kebutuhan belanja rutin kami rata-rata Rp1,7 miliar per bulan untuk pengadaan pakan satwa dari sejumlah rekanan, gaji karyawan serta kebutuhan lainnya. Untuk perbaikan fasilitas sangkar hewan dibutuhkan peran swasta dan BUMN,”  tutur Fuad.

Sejumlah swasta dan BUMN disebutkan telah berperan sebagai bapak angkat satwa, semisal PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) memperbaiki lingkungan pemeliharaan beruang, PT Pelindo III menangani perawatan aquarium, PT Bosowa merawat komodo. (ltc)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel wisatawan turis kebun binatang
Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top