Festival Derawan untuk Siapa?

PULUHAN yacht asing berjejer rapi di Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kapal-kapal pesiar mewah itu berasal dari Australia, Jerman, Korea, Jepang, Selandia Baru, Belanda, dan negara lainnya.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 21 September 2013  |  07:23 WIB

PULUHAN yacht asing berjejer rapi di Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kapal-kapal pesiar mewah itu berasal dari Australia, Jerman, Korea, Jepang, Selandia Baru, Belanda, dan negara lainnya.

Para yachter, sebutan bagi pengemudi yacht sudah berada di Pulau Derawan sejak 12 September 2013. Mereka tengah mengikuti kegiatan Rally
Yacht, salah satu rangkaian acara pada ajang Festival Derawan 2013. Festival Derawan 2013 merupakan sebuah ajang untuk mempromosikan wisata Kepulauan Derawan agar dikenal luas hingga internasional.

Tema yang diangkat adalah Derawan for Future. Diharapkan, pasacakegiatan ini, nama Pulau Derawan bisa seharum Bali atau Raja Ampat yang memiliki keindahan wisata laut.

Festival ini bertujuan untuk mengenalkan rahasia keindahan alam sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia. Pulau Derawan memiliki kekayaan laut yang kaya. Pengunjung yang singgah ke Derawan, misalnya bakal dimanjakan dengan pemandangan indah.

Selain memiliki air laut bersih dan jernih, Pulau Derawan terkenal sebagai negeri bagi hewan laut seperti penyu, ubur-ubur dan beragam ikan cantik lainnya. Sambil menyelam atau snorkeling, wisatawan bisa melihat secara dekat keindahan biota laut Pulau Derawan.

Humphry Singal, Ketua Bidang Yacht Rally Bagian Utara untuk Festival Sail Komodo Indonesia mengatakan para yachter sangat menikmati keindahan Pulau Derawan. Mereka mendapat kesempatan menikmati keindahan alam untuk menyelam dan menyaksikan biota laut yang berada di pulau clear underwater itu.

Alih-alih mempromosikan Pulau Derawan ke mancanegara, Festival Derawan 2013 ini malah sepi pengunjung. Warga yang membuka lapak dagang di bibir pantai maupun di perkampungan, mengeluh dengan festival tersebut.

Hairun, 60, Ketua RT 001 Pulau Derawan merasa kecewa atas tidak dilibatkannya warga pada festival internasional tersebut. Padahal, jauh-jauh hari warga sudah siap untuk berjualan. Dia merasa festival ini hanya mendompleng nama Pulau Derawan semata.

 

Selengkapnya baca: http://epaper.bisnis.com/index.php/?IdCateg=201309215513

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kaltim, berau, derawan

Sumber : Bisnis Indonesia (21/9/2013)

Editor : Yusran Yunus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top