Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

10 Negara Paling Tepat untuk Nikmati Uang Wisatawan, Adakah Indonesia?

Bisnis.com, JAKARTA -Pariwisata adalah salah satu sumber perekonomian bagi sebuah negara, terlebih bagi negara berkembang.
Ardhanareswari AHP
Ardhanareswari AHP - Bisnis.com 24 Agustus 2013  |  20:47 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -Pariwisata adalah salah satu sumber perekonomian bagi sebuah negara, terlebih bagi negara berkembang.

Sebuah organisasi merilis 10 negara yang dianggap paling ‘pantas’ menerima pundi-pundi uang wisatawan.

Daftar tersebut disusun oleh sebuah lembaga nirlaba dari San Fransisco, Ethical Traveler (ET). Sejak 2006, ET merilis daftar tahunan World’s Best Ethical Destination yang berisi 10 negara berkembang yang pantas menjadi tujuan wisata untuk menopang perekonomian negara tersebut.

Menurut Direktur Eksekutif ET, Jeff Greenwald, melalui program ini ET bertujuan memberikan penghargaan dan dorongan pada sejumlah negara atas usaha mereka dalam bersikap sesuai etika moral.

“Dengan data tersebut, para pelancong bisa turut memberikan penghargaan dengan cara berkunjung dan menghabiskan uang mereka di negara tersebut,” kata Greenwald.

Tahun 2013, ET menganugerahkan penghargaan tersebut pada Barbados, Cape Verde, Kosta Rika, Ghana, Latvia, Lithuania, Mauritius, Palau, Samoa, dan Uruguay. Kesepuluh negara itu meraih skor tertinggi dalam 3 bidang penilaian, yaitu kesejahteraan sosial, pelestarian alam, dan perlindungan hak asasi manusia.

Kesejahteraan sosial diukur dengan indikator tingkat kematian bayi dan anak, kebebasan perekonomian, dan tingkat kriminalitas. Sementara itu, pelestarian alam dinilai berdasarkan indeks akademik dan areal yang dilindungi. Adapun perlindungan terhadap HAM ditentukan oleh kebebasan pers dan politik, termasuk hak-hak homoseksual.

Greenwald menjelaskan, negara yang masuk dalam daftar itu harus mempunyai infrastruktur pariwisata yang baik. Namun demikian, ET juga memasukkan nama negara yang sangat rendah jumlah pengunjungnya sehingga nantinya bisa menjadi contoh untuk negara lain di wilayah regional tersebut, salah satu contohnya adalah Latvia.

Negara ini membukukan nilai tinggi dalam peningkatan kualitas lingkungan dan perlindungan HAM serta memiliki taman dan cagar alam yang indah. Taman Nasional Gauja di Latvia menyediakan fasilitas pendakian, bersepeda, dan kano. Adapun ibukota negara, Riga, memiliki arsitektur unik yang patut dilihat.

Untuk menambah nilai kunjungan ke sejumlah negara tadi, Greenwald mengatakan, para pelancong dianjurkan menghabiskan uang di bisnis milik warga lokal untuk memastikan bantuan finansial dari para wisatawan tetap berputar di dalam negeri.

Erica Avrami, Direktur Penelitian dan Pendidikan World Monuments Fubd (WMF) setuju bahwa sejumlah negara tersebut perlu melengkapi diri dengan infrastruktur yang memadai sehingga gelombang turis yang berkunjungi tak membebani masyarakat setempat maupun merusak situs.

Avrami juga mengatakan konsep ‘etis’ tak hanya berlaku bagi negara tujuan, tapi juga terhadap para pelancong.

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata destinasi

Sumber : BBC

Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top