Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangan Tinggalkan Medan Tanpa Oleh-oleh Ini!

Bisnis.com, MEDAN - Mudik Lebaran tentu harus membawa oleh-oleh dari kampung halaman sebagai buah tangan untuk sanak saudara. Bagi pemudik asal Medan, Sumatra Utara, yang akan kembali ke Jakarta atau kota lain di Indonesia, wajib hukumnya untuk membawa
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 10 Agustus 2013  |  23:50 WIB
Jangan Tinggalkan Medan Tanpa Oleh-oleh Ini!
Bagikan

Bisnis.com, MEDAN - Mudik Lebaran tentu harus membawa oleh-oleh dari kampung halaman sebagai buah tangan untuk sanak saudara. Bagi pemudik asal Medan, Sumatra Utara, yang akan kembali ke Jakarta atau kota lain di Indonesia, wajib hukumnya untuk membawa oleh-oleh ini. 

Buah tangan dari Medan, bisa berupa makanan yang sudah sangat terkenal yakni Bika Ambon, Bolu Meranti, Sirup Markisa, Pancake Durian, Durian Ucok, maupun teri Medan. Selain itu, oleh-oleh yang wajib dibeli adalah kaos khas Medan dan tentu kain ulos. 

Berikut daftar oleh-oleh khas Medan yang tidak hanya wajib dicatat, tetapi juga wajib untuk dibeli :

1. Bika Ambon

Bika Ambon menjadi buah tangan paling sohor bagi orang yang berkunjung ke Medan. Yup, Bika Ambon bukanlah dari Ambon, Maluku. Kue berbentuk persegi ini berasal dari Medan dengan rasa yang lezat dan pas untuk dijadikan oleh-oleh.

Banyak merek yang menjual Bika Ambon, tetapi yang terkenal adalah Bika Ambon Zulaikha. Tokonya di jalan Mojopahit nomor 62 Medan tidak pernah sepi dari pembeli. Bahkan untuk membeli Bika Ambon Zulaikha harus mengantre yang cukup panjang.

Bika Ambon yang enak adalah bika dengan serat yang sempurna di bagian dalam dan rasanya lembut dengan sensasi lemak di ujung lidah. Bahan utamanya terbuat dari tepung tapioka, santan, gula, telur, dan air nira.

Oleh-oleh ini dapat bertahan maksimum 4 hari dengan ukuran besar 2 Kg dan kecil berukuran 1 Kg. Untuk Bika Ambon ukuran besar dijual seharga Rp60.000-Rp70.000 dengan rasa original, mocca, pandan, spesial keju dan spesial pandan keju.

Bika Ambon berukuran kecil dijual dengan harga Rp35.000-Rp43.000. Rasa yang tersedia juga sama yakni original, mocca, pandan, keju serta pandan keju. Bika Ambon Zulaikha bisa dipesan 1-3 hari sebelumnya

2. Bolu Meranti

Pilihan oleh-oleh selain Bika Ambon yang kini juga populer di kalangan wisatawan adalah Bolu Meranti. Bolu gulung yang memiliki tekstur bolu lembut ini diisi dengan keju, mocca, kacang dan variasi rasa lainnya.

Bolu dengan tekstur cake lembut dan fresh ini rasanya akan sama bahkan setelah dimasukkan ke dalam lemari pendingin selama beberapa hari. Aroma cake terasa lembut dengan rasa creamy akibat pemakaian keju dan margarin yang dominan berbahan kualitas tinggi.

Produk bolu gulung ini bisa bertahan 3 hari diluar lemari pendingin. Namun, di hari ketiga sebaiknya segera dimasukkan ke dalam kulkas agar rasanya tetap nikmat.

Bolu Meranti dapat ditemukan di gerainya Jalan Kruing nomor 2K Medan atau Cabang Bolu Meranti di Jalan Sisingamangaraja nomor 19B tepatnya di seberang Garuda Plaza Hotel.

Buah tangan ini dijual dengan harga Rp45.000 untuk bolu standar dengan rasa keju, strawberry, nanas dan moccaa. Sedangkan untuk rasa blueberry, kacang dan cappucino dipatok Rp50.000. Untuk bolu spesial rasa srikaya dipatok Rp55.000, double cokelat Rp60.000 dan rasa abon ayam Rp65.000.

Selain itu, bolu 3 in1 berupa 3 bolu gulung mini dengan 3 rasa berbeda yakni keju, blueberry dan coklat dikemas dalam satu kotak dipatok Rp75.000.

Kemudian, bolu dengan pilihan toping keju dengan isian keju, strawberry, nanas dan mocca Rp60.000 dan rasa blueberry Rp65.000. Sedangkan untuk toping cokelat dengan isian rasa keju, strawberry, nanas, mocca dipatok Rp55.000 serta isian rasa blueberry dibanderol Rp60.000.

3. Sirup Markisa

Untuk oleh-oleh minuman khas Medan yang paling populer adalah sirup markisa. Banyak merek yang menawarkan jus buah dengan sensasi bulir asli ini. Beberapa diantaranya adalah Sirup Markisa Jus Pohon Pinang dan Sirup Markisa Sarang Tawon.

PT Maju Jaya Pohon Pinang selaku produsen sirup Markisa Jus Pohon Pinang didirikan sejak 1982 di Medan, Sumatra Utara.

Pohon Pinang menghasilkan produk unggulannya yaitu Sirup Markisa, yang sebagian besar buah-buahannya diambil dari hasil pertanian di Berastagi yang terkenal dengan hasil tani mumpuni di seluruh Indonesia.

Kualitas sirup markisa yang dihasilkan berasal dari buah markisa yang tentu juga berkualitas dari Berastagi. Manisnya sirup markisa selalu mengisi acara keluarga masyarakat Medan, terutama di hari raya keagamaan seperti Natal dan Lebaran, dan wajib dibawa sebagai oleh-oleh dari Medan sebagai minuman ringan khas Medan.

Di Medan ada banyak toko yang menjual sirup markisa dalam kemasan botol. Biasanya harga satu botol sirup markisa dibanderol Rp25.000-Rp30.000. Untuk menyajikan sirup markisa juga cukup mudah. Tinggal tuang ke gelas, ditambah air putih dan es, sirup markisa bisa dinikmati untuk tamu-tamu saat Lebaran. 

4. Durian Ucok

Medan tidak bisa dipisahkan dengan buah berduri dengan daging buah yang lezat dan beraroma kuat, durian. Jauh-jauh datang ke Medan tak akan lengkap jika belum singgah ke gerai durian Bang Ucok. Bila telah aroma durian yang aduhai, tepat sekali anda berada di kawasan “Ucok durian”.

Kawasan ucok durian berada di jalan Iskandar Muda, Medan, tepat di depan sebuah ruko yang tutup di malam hari. Gerai “Ucok durian” ini berbeda dari gerai-gerai durian lainnya di Medan.

Tak hanya terkenal di seantero Medan, Ucok Durian memang sangat terkenal dengan durian-duriannya yang mantap, super nikmat dan tentunya diminati oleh berbagai kalangan orang dari pejabat, guru, artis, PNS dan kalangan lain.

Untuk menikmati Durian Medan ini, cukup merogoh kocek Rp20.000-Rp40.000 per butir. Ucok Durian menjamin apabila buahnya dirasa tidak enak, akan ditukar dengan buah yang baru secara gratis. Citarasa durian Medan yang manis, pahit, legit dan kering menjadi favorit para penikmat durian.

Gerai yang hanya buka di malam hari ini tak hanya berlokasi di Jalan Iskandar Muda saja. Calon pelanggan dapat menuju ke Jalan Wakhid Hasyim, gerai cabang kedua Bang Ucok yang buka selama 24 jam.

Selain makan durian di tempat, Bang Ucok juga menawarkan layanan kemasan untuk durian. Durian-durian yang akan dikirim dibungkus ke dalam sebuah wadah plastik rapat yang nantinya bisa tahan lama hingga dua minggu.

Calon pembeli tinggal menelepon atau datang langsung, kemudian memilih paket dan akan waktu pengambilan. Untuk durian paketan biasanya dibanderol mulai dari Rp125.000,- Rp400.000 bergantung besarnya paket. Meskipun terkesan mahal, tapi kualitas dan rasanya dijamin super lezat. 

5. Pancake Durian

Durian Medan yang sangat terkenal tidak hanya dinikmati secara langsung. Berbagai produk olahan durian di Medan bermunculan dan cukup populer untuk dijadikan buah tangan. Salah satunya adalah pancake durian.

Berdasarkan rekomendasi dari beberapa teman asli Medan, Durian House yang berada di Jalan Sekip Nomor 67 dikabarkan memiliki pancake yang paling enak diantara ratusan toko pancake di Medan.

Durian House menyediakan berbagai jajanan olahan durian seperti pancake durian, bolu durian, dan dodol durian. Rasa yang ditawarkan pun beragam, ada rasa coklat, rasa original, dan lain-lain, namun rasa duriannya tetap melekat kuat.

Toko yang buka sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB ini menawarkan harga olahan durian yang beragam. Namun, yang pasti masih terjangkau kantong. Satu kotak kecil berisi 10 buah pancake durian dibanderol Rp75.000 dan untuk kotak besar Rp80.000.

Pancake Durian menjadi ikon di Durian House karena banyak wisatawan lokal dan asing yang sudah merasakan kelezatannya dan mereka mengaku ingin mencobanya lagi dan lagi. Bentuk pancake durian tidak seperti pancake pada umumnya. Beberapa produsen mementuk seperti dadar gulung dengan isian buah durian.

Saat digigit, durian seketika lumer di mulut. Aroma durian masih tercium walau tak sekuat jika makan durian langsung dari buahnya. Durian yang halus berpadu dengan kelembutan kulit. Rasa manis yang tak terlalu mengigit bisa membuat penikmatnya ketagihan.

Selain di Durian House, wisatawan juga dapat membeli oleh-oleh pancake durian di Restoran Nelayan yang terletak di Merdeka Walk, pusat kota Medan dan tentu di Ucok Durian.Di Restoran Nelayan, untuk menikmati sepotong pancake durian dibanderol RP26.500. 

6. Teri Medan

Ikan Teri Medan terkenal seantero Nusantara karena rasanya yang gurih dan lezat. Jenis ikan teri ini ditandai oleh bentuknya yang kecil dan putih. Para pendatang yang akan mudik biasanya selalu membawakan Ikan Teri Medan sebagai oleh-oleh khas Kota Medan untuk sanak saudara di kampung.

Bagi anda perantauan yang berasal dari kota Medan tentunya akan merindukan masakan sambal teri medan untuk disantap mengenang kampung halaman Medan.

Tercatat ada dua jenis ikan teri Medan yakni ikan teri toge Medan yang ditandai dengan ukurannya yang sedikit lebih besar/lebih kasar dibanding jenis lainnya, dan berwarna putih.

Sementara itu, jenis ikan teri nasi Medan ukurannya lebih kecil dari jenis teri toge Medan, ikan teri ini berwarna putih mirip seperti nasi. Biasanya kedua jenis ikan teri ini diolah menjadi sambal goreng teri kacang, peyek, atau dibuat tauco.

Untuk mencari teri medan bisa didapatkan di pasar-pasar tradisional misalnya di pusat pasar atau pasar Sambu. Harga untuk ikan teri nasi Rp60.000-Rp75.000 per kilogram. Sedangkan teri toge dijual seharga Rp55.000-Rp60.000 per kilogram. 

7. Kaos Tauko Medan

Kuliner Medan sudah diuakui sedap dan lezat termasuk untuk buah tangan. Jika Yogyakarta punya Dagadu, Bali punya Joger, Bandung punya distro, maka Medan punya Tauko Medan.

Kaos Tauko Medan muncul sejak 2009 yang bisa dijadikan oleh-oleh awet dan sangat menggambarkan Kota Medan. Desain yang digawangi anak-anak muda Medan ini sungguh kreatif.

Generasi muda ini membuat kaos, marchandise, tas, topi dan produk lain dengan ciri khas Medan. Gambar-gambar, kata-kata, peristiwa, profesi hingga umpatan-umpatan khas Medan dituangkan ke dalam kaos sebagai kenang-kenangan dari Medan.

Tauko Medan yang memiliki gerai pusat di Jalan Sei Batang Serangan nomor 39/54 ini menjual kaos yang dibanderol dengan harga RP55.000-Rp95.000, tas dijual seharga Rp130.000-Rp150.000, sticker dan marchandise dibanderol Rp20.000-Rp50.000 per buah.

Selain Kaos Tauko Medan, ada pula merek lain seperti Kaos Bah, Cemana Medan, dan Punya Medan. Masing-masing memiliki ciri khas tersendiri dengan harga yang relatif sama. Namun rata-rata desain kaos itu menunjukkan identitas Medan, Batak dan Melayu. Bah! Tauko Medan? 

8. Kain Ulos

Kalau Jawa punya batik, Flores punya tenun ikat, Palembang punya songket, sedangkan Batak di Sumut memiliki kain Ulos. Kain ini merupakan kerajinan khas Suku Batak yang ditenun dengan berbagai motif dan warna.

Saat berkunjung ke Medan, banyak toko di pasar-pasar tradisional yang menjual kain Ulos. Kain Ulos juga menjadi salah satu komoditas ekspor masyarakat Medan dan sektarnya, nama kain ini telah sohor hingga mancanergara. Biasanya kain ini dijadikan oleh-oleh khas bagi wisatawan yang berkunjung ke Medan.

Bentuk kain Ulos menyerupai selendang yang panjang, ada pula yang kecil dan menyerupai sajadah. Warna dan motif kain ini pun beraneka ragam, sesuai dengan kegunaannya.

Di dalam masyarakat Batak, Ulos memiliki filosofi kasih sayang. Dalam pembuatan Ulos, tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru. Prosesnya terbilang rumit dan lama, karena ditenun manual menggunakan mesin tenun tradisional.

Adapun warna benang yang sering dipakai adalah merah, putih, dan hitam. Warna-warna tersebut dianggap memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Batak. Warna merah melambangkan keberanian, warna putih melambangkan kesucian, dan warna hitam melambangkan kekuatan.

Ulos biasa dipakai saat upacara adat seperti upacara pernikahan, upacara kematian, upacara penyambutan tamu, dan lain-lain. Cara memakai Ulos pun unik, karena Ulos bisa dipakai dengan diselempangkan, diikatkan di kepala, atau badan.

Ulos bukan hanya sebagai kerajinan khas Batak, namun telah menyatu dengan masyarakat Batak. Ada beberapa jeni Ulos yang sering dipakai oleh masyarakat Suku Batak, diantaranya Ulos Ragidup, Ulos Ragihotang, Ulos Mangiring, Ulos Giun Hinar-haran, dan Ulos Abit Godang.

Jika berburu kain yang satu ini, dapat dijumpai di pusat pasar di kota Medan, diantaranya di Pajak Sentral dan Pasar Petisah, yang tidak jauh dari pusat kota. Selain itu juga bisa ditemukan di tempat-tempat wisata seperti Danau Toba, Pulau Samosir, dan lain-lain. Harganya cukup mahal, antara ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

medan durian kuliner medan oleh-oleh
Editor :
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top