Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MANDALIKA RESORT LOMBOK: MNC & Gobel Bangun Eco Green Resort Rp600 Miliar

PRAYA, Lombok Tengah—PT MNC Land Tbk dan PT Gobel International bekerja sama membangun hotel, vila, dan golf course di Kawasan Pariwisata Mandalika Resort, Lombok Tengah.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 Januari 2013  |  09:42 WIB

PRAYA, Lombok Tengah—PT MNC Land Tbk dan PT Gobel International bekerja sama membangun hotel, vila, dan golf course di Kawasan Pariwisata Mandalika Resort, Lombok Tengah.

 

Fasilitas pariwisata terintegrasi itu dibangun di atas lahan 164 hektare yang dikelola PT Bali Tourism Development Corporation (BTDC) dengan investasi Rp600 miliar.

 

Selain itu, MNC Land dan Gobel International Sepakat menggandeng operator Club Med yang memiliki jaringan pelanggan sekiar 1,2 juta wisatawan yang btersebar di sluruh dunia.

 

Edwin Darmasetiawan, Direktur Pengembangan PT BTDC mengatakan kawasan tersebut dikembangkan dengan konsep eco green.

 

“Kini sedang disusun standar pembangunan fasilitas yang mengacu kepada konsep tersebut,” katanya saat kunjungan dua investor PT MNC Land dan PT Gobel International di Mandalika Resort, Senin (22/1/2013).

 

Menurut Edwin standar tersebut harus diterapkan oleh investor, misalnya penggunaan energi surya, perangkat hemat energi, minim polusi, dan ramah lingkungan. BTDC juga akan mengelola water recycle and sea water desalination.

 

Untuk infrastruktur, BTDC telah menandatangani MoU dengan PDAM Lombok Tengah dan PLN. Sedangkan pembangunan jalan dalam kawasan,  masing-masing dua arah dengan lebar jalan 90 meter, 45 meter, dan 20 meter akan dimulai pada Maret 2013.

 

Untuk penghijauan, BTDC akan segera menanami  lahan 240 hektare dari Pantai Kuta hingga Pantai Gerupuk dengan 480.000 pohon produktif dan peneduh seperti sengon, meranti, trembesi, mahoni, akasia, dan sonokeling.

 

Penghijauan bekerja sama dengan perusahaan BUMN yang difasilitasi Deputi Bidang Usaha dan Jasa Kementerian BUMN. Penanaman pohon akan memberdayakan masyarakat lokal sehingga sejak awal bisa menikmati benefit langsung dari proyek pembangunan dan pengembangan kawasan tersebut.

 

KAWASAN EKONOMI KHUSUS

Tentang model kerjasama di kawasan, setiap investor menyewa lahan selama 30 tahun dengan opsi perpanjangan 20 tahun. Saat ini kawasan tersebut diusulkan menjadi Kawasan Eonomi Khusus (KEK) ke Dewan KEK Nasional yang dibahas pada rapat pada Februari 2013.

 

Dengan status KEK, investor mendapat insentif fiskal misalnya keringanan pajak dan nonfiskal seperti masa sewa yang lebih panjang, yakni 50 tahun dengan opsi perpanjangan dua kali 20 tahun.

 

 Komisaris Utama PT MNC Land Tbk Budi Rustanto menuturkan pada proyek ini MNC Land sebagai memegang modal mayoritas dan Gobel berperan mengembangkan energi dan teknologi yang efisiensi, ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi kehidupan masyarakat sekitar.

 

“Setelah penandatanganan MoU yang dilaksanakan Selasa (22/1) di Jakarta, dalam 4-6 bulan akan ditindaklanjuti dalam kesepakatan detil soal lokasi pengembangan, pembagian fee, rencana kerja, penggunaan desain, target penyelesaian pembangunan, siapa yang akan terlibat dan bagaimana hubungan dengan BTDC dan pemda,” jelasnya.

 

Budi menargetkan setelah rancang desain diselesaikan 6-12 bulan, pembangunan konstruksi hotel dan villa itu akan dimulai kwartal II/2014. Menurutnya, pembangunan harus segera dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya Kabupaten Lombok Tengah.

 

Selain hotel dan villa, MNC Land juga membangun resor tersendiri dan kawasan golf dengan medan perbukitan. “Pengembangan lahan golf dengan medan berbukit merupakan potensi yang bagus, karena belum ada di Indonesia.”

 

Presiden Direktur PT Gobel International Rahmat Gobel mengatakan pengembangan resort  lebih ditekankan pada penggunaan efisiensi energi dan sinergi dalam penggunaan produksi sumber daya alam dan manusia lokal. Produk lokal seperti ikan, daging, buah dan sayuran yang dihasilkan masyarakat Lombok akan diangkat go international.

 

“Konsepnya eco-smart-resort ini unik dan berbeda dari resort umumnya, untuk itu kami tertarik untuk mengembangkannya,” tuturnya seraya menambahkan pembangunan smart resort ini ke depan dapat mendorong pengembangan Lombok untuk dikenal sebagai smart province.

 

Gubernur Nusa Tenggara Barat  Muhammad Zainul Majdi menyambut positif pengebangan kawasan dan berharap pemda serta instansi terkait menciptakan sua-sana kondusif bagi pelaksanaan proyek dan juga untuk mendukung kondisi aman dan nyaman bagi kawasan tersebut.

 

Sementara itu, Chairman & CEO Club Med Henri Giscard d'Estaing mengatakan dalam bekerja sama selalu berkomitmen untuk menjalin dengan mereka yang serius dan berkualitas. Terlebih dengan reputasi okupansi 80% yang dicapai Club Med di Nusa Dua, Bali dan Pulau Bintan, Riau membuatnya optimistis mengoperasikan resort di Lombok.

 

Dia juga berjanji memberdayakan  masyarakat lokal untuk direkrut menjadi tenaga kerja di ClubMed Mandalika Lombok, kelak.(ems)

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : I Komang Robby Patria

Editor : Ema Sukarelawanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top