Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ATF Travex 2014 Ditarget Gaet 600 Buyer Global

Roni Yunianto
Roni Yunianto - Bisnis.com 24 Januari 2013  |  16:31 WIB
VIENTIANE, LAOS — Malaysia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asean Tourism Forum ke-33 pada 2014 dengan target penyelengaraan event dagang perjalanan wisata Travel Exchange (Travex) dalam rangkaian forum ini mampu menarik minat sekitar 600 buyer internasional atau meningkat sekitar 130% dibandingkan tahun ini.
 
Ng Yen Yen, Menteri Pariwisata Malaysia mengatakan pihaknya merasa terhormat mendapat giliran untuk menggelar ATF Travex pada tahun depan. “Kami akan menggelar acara ini di Kuching, ibukota Sarawak, kota yang tengah berkembang di Borneo, Malaysia timur. Harapan kami dapat melanjutkan spirit Asean dan kerja sama plus-plus [dengan China, Jepang, Korea, India dan Rusia],” ujarnya disela-sela Asean Tourism Forum 2013.
 
Penyelenggaraan ATF Travex 2013 di Vientiane, Laos, ditutup pada Kamis (24/1), yang diikuti 980 seller yang mencakup pengusaha pariwisata dan biro perjalanan seantero Asean membidik potensi bisnis dengan 470 buyer dari 56 negara.   
 
Ng menambahkan pihaknya siap menghelat acara tersebut yang akan mempertemukan peluang bisnis pariwisata antara sekitar 1.000 penjual dengan 600 pembeli potensial. “Ini akan menjadi event [internasional] pertama tahun depan kami, dan dapat mendongkrak kunjungan Visit Malaysia Year."
 
Rencananya, ATF Travex 2014 akan digelar pada 16-23 Januari 2014 dengan tema Asean Advancing Tourism Together. 
 
 
Menurut Ng, dipilihnya kota beriklim hutan hujan tropis itu ideal untuk mempertemukan delegasi membahas isu-isu seputar pembangunan berkelanjutan dan tema-tema lainnya di wilayah terpencil, yang dikelilingi oleh alam. “Sarawak ada destinasi yang menampilkan infrastruktur MICE (meetings, incentives, conferencing and exhibitions) dan kekayaan produk ecotourism.
 
Dia menambahkan, Malaysia dengan brand Truly Asia akan ‘menjual’ wisata dengan filosofi dan konsep pusaka, budaya, yang didukung keragaman 147 kelompok etnik. “Ada etnik minoritas terbesar di Sarawak. Saya pastikan Anda temukan ini sebagai warisan pusaka dan kultur di dunia, Kami nantikan Anda untuk datang ke Asia, dan berkunjung ke Kuching.” ungkapnya.
 
Sarawak, paparnya, juga akan dijadikan model untuk studi antaroperator tur atau biro perjalanan dan perencana wisata dalam memperkuat daerah destinasi wisata kedua (secondary destination) yang menggabungkan kultur dan lingkungan alam sebagai pendukung kesuksesan industri pariwisata.(Faa)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Fahmi Achmad

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top