Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KALEIDOSKOP 2012: PERHOTELAN, Tersenyum Sepanjang Tahun

YAYAN Aminudin tampaknya kurang beruntung pada masa libur akhir tahun ini. Pada awalnya, dia berniat mengajak keluarganya menginap di Pantai Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, untuk memanfaatkan momentum libur panjang menjelang Natal.Namun, apa daya. Penginapan
Muhamad Sufyan
Muhamad Sufyan - Bisnis.com 31 Desember 2012  |  08:59 WIB

YAYAN Aminudin tampaknya kurang beruntung pada masa libur akhir tahun ini. Pada awalnya, dia berniat mengajak keluarganya menginap di Pantai Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, untuk memanfaatkan momentum libur panjang menjelang Natal.Namun, apa daya. Penginapan di sekitar kawasan wisata itu ternyata penuh. Rencana menghabiskan masa libur di pantai pun tinggal rencana.Yayan mungkin tak sendirian merasakan sulitnya mencari hotel ‘dadakan’ pada momentum libur panjang, apalagi pada saat masa puncak libur. Rata-rata hotel di daerah tujuan wisata seperti Bali, Ban­dung, Jakarta penuh disewa tamu.Kondisi itu mencerminkan bagaimana peran hotel sebagai salah satu alat ukur pertumbuhan bisnis, apalagi kalau bicara mengenai pariwisata. Sepanjang tahun ini, kalangan perhotelan mengaku bisnisnya lebih baik dibandingkan dengan pencapaian pada tahun sebelumnya.Banyak indikasi yang bisa digunakan untuk mengukur perkembangan bisnis hotel, yakni penambahan hotel, investasi baru, hingga tingkat hunian kamar atau okupansi.Dari sisi investasi, realisasi sepanjang 2012 mencapai US$800 juta atau tumbuh 229% dibandingkan dengan pencapaian pada 2011 senilai US$243 juta. Wow, angka yang cukup fantastis untuk industri perhotelan di negeri ini!Di Jakarta saja, bertambah delapan hotel baru mulai dari berbintang tiga hingga lima. Dari sekitar 2.022 unit kamar hotel yang selesai sekitar 26% adalah hotel bintang tiga, kemudian 45% hotel bintang empat dan 29% hotel bintang lima.Dengan penambahan pasokan, jumlah hotel berbintang tiga hingga lima di Jakarta sampai akhir Desember 2012 mencapai 26.113 kamar.Secara nasional, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat pada saat ini terdapat sekitar 13.000 unit hotel dengan jumlah kamar mencapai 240.000 unit kamar secara nasional.Asosiasi itu bahkan memperkirakan penambahan kamar masih akan terjadi sepanjang 2013. Perkira­an­­nya, akan ada penambahan 10%–20% kamar hotel baru sepanjang tahun ular air.Wiryanti Sukamdani, Ketua PHRI, mengatakan peningkatan investasi menandakan kebutuhan dan potensi bisnis hotel masih berkembang.“Penambahan terutama terjadi un­­tuk kelas ekonomi atau budget hotel. Kami melihat prospek bisnis hotel sepanjang tahun ini relatif cerah.”Lembaga riset properti Cushman & Wakefield merilis data tingkat hunian hotel berbintang tiga hingga lima memperlihatkan tren positif pada beberapa tahun terakhir.Tingkat hunian hotel berbintang sampai dengan Oktober 2012 tercatat masing-masing 78,8% untuk bintang tiga, 70,4% bintang empat, dan 66,7% bintang lima.Lembaga riset itu memproyeksikan tingkat hunian kamar bintang tiga mencapai 79,0%, bintang empat 71,0% dan bintang lima 68,0% pada akhir tahun.Pada 2012, lama tinggal rata-rata atau average length of stay (ALOS) pengunjung domestik dan asing adalah 2 hari. Sekitar 60% tamu yang menginap di hotel berbintang tiga hingga lima datang dari kombinasi layanan meeting, incentives, conventions, and exhibitions (MICE), pelancong bisnis, dan institusi pemerintah.Permintaan terhadap kamar biasanya terjadi antara Senin hingga Jumat. Tamu dari kawasan Asia mendominasi 90% terhadap total tamu hotel. Dari persentase tersebut, 75% di antaranya merupakan wisatawan Nusantara.Pada periode puncak tingkat hunian dalam setahun terjadi pada masa liburan pertengahan dan akhir tahun, sedangkan masa sepinya terjadi pada awal tahun dan Ramadan.PHRI beranggapan bisnis MICE berkontribusi cukup besar terhadap tingkat hunian, termasuk meningkatkan kualitas dan lama menginap.Perkembangan bisnis MICE akan berdampak lebih luas la­­gi, karena imbasnya ti­­dak hanya pada isian ka­­mar saja, bahkan bisa membuka jalan terjadinya investasi baru.Dengan semakin tingginya volume tamu bisnis yang menggunakan MICE di Indo­­nesia secara otomatis kesempatan investasi baru ikut terbuka.Bisnis MICEPERKEMBANGAN bisnis MICE juga akan mendorong percepatan roda ekonomi daerah, karena akan berimbas pada sektor industri, jasa, bahkan hingga transportasi.Sebagai contoh, dengan semakin banyaknya pertemuan atau pameran di suatu daerah maka akan membuat industri di wilayah itu ikut bergerak, baik dari skala usaha besar hingga mikro. Manisnya bisnis hotel di Tanah Air menjadi alasan sejumlah pemain bidang itu untuk ekspansi pasar.Jaringan operator hotel Internasional Accor, misalnya menargetkan mengoperasikan 100 hotel di Indonesia hingga 2015.Adi Satria, Regional Director Sales Marketing & Distribution Accor Malaysia, Indonesia dan Singapura Accor, mengatakan pihaknya terus menambah jaringan hotel di Indo­­nesia untuk melebarkan sayap bisnis.Operator hotel itu menggarap mulai hotel budget hingga bintang lima. Untuk hotel ekonomi, Accor menggunakan brand Ibis.

Meskipun prospeknya cerah, persaingan hotel kelas ekonomi memang semakin ketat di tengah tingginya konsumsi dan bertambahnya daya beli masyarakat. Manajemen hotel harus punya strategi bersaing di pasar tersebut karena pemainnya yang terus bertambah.“Jumlah hotel semakin banyak, tapi rata-rata bersaing dalam hal tarif. Padahal, sebagian konsumen berani membayar lebih mahal asalkan hotel ekonomi menyediakan fasilitas sesuai kebutuhan,” ujarnya.Riset ORC International menyebutkan mayoritas wisatawan Indonesia lebih memilih hotel ekonomi brand internasional dibandingkan dengan lokal. Bahkan, sebagian wisatawan berani merogoh kocek lebih mahal 24% untuk menginap di hotel ekonomi internasional.Hasil riset itu mencatat lima pertimbangan tamu dalam memilih hotel kelas ekonomi ialah kenyamanan tempat tidur, pelayanan, kualitas kamar mandi, penyediaan makan pagi, ketersediaan Wifi.Industri hotel memang menggeliat sepanjang tahun ini. Namun, tetap perlu langkah dan kebijakan strategis guna menjaga kelangsungan bisnis tersebut pada 2013.Kebijakan seperti pengaturan tempat perlu diperhatikan, untuk menjaga agar jangan sampai ada keti­­dak­­­seimbangan pasokan di daerah. (Bsi) ([email protected])


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top