Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LIBUR NATAL: Meski tarif tinggi, paket wisata tetap laris

JAKARTA: Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) memprediksikan penjualan paket berlibur selama Natal dan tahun baru bisa menembus angka Rp500 miliar. 
Muhamad Sufyan
Muhamad Sufyan - Bisnis.com 20 Desember 2012  |  17:17 WIB

JAKARTA: Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) memprediksikan penjualan paket berlibur selama Natal dan tahun baru bisa menembus angka Rp500 miliar. 

Asnawi Bahar, Ketua Asita, mengatakan maskapai penerbangan dan industri pariwisata sudah mematok tarif tinggi untuk periode libur saat peak season. 

"Diperkirakan sampai Rp500 miliar untuk total penjualan paket, baik perjalanan ke luar negeri ataupun kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia," katanya kepada Bisnis, Kamis (20/12). 

Asita dan sejumlah biro perjalanan wisata memrediksikan penjualan paket wisata periode Natal dan tahun baru kali ini naik sekitar 10%--20% dibandingkan dengan tahun lalu.

Asosiasi itu memerkirakan ada 1 juta wisatawan yang berlibur pada momentum Natal dan akhir tahun. 

Tren penjualan paket inbound atau kunjungan turis ke Indonesia dan outbound atau perjalanan wisatawan ke luar negeri kemungkinan masih didominasi pasar tradisional. 

Untuk inbound, misalnya masih mengandalkan destinasi antara lain Bali, Jakarta, dan sejumlah objek di Pulau Jawa. Sedangkan outbound, tujuan favorit seperti Malaysia, China, dan Thailand masih cukup besar. 

"Turis asal Malaysia, Singapura, dan Australia cukup dominan membeli paket berlibur di Indonesia," ujarnya. (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top