Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri pariwisata tumbuh paling cepat

JAKARTA: Para menteri pariwisata dan ketua delegasi negara-negara anggota G20 menyatakan pariwisata menjadi sektor yang paling tangguh dan menjadi salah satu kegiatan ekonomi yang tumbuh paling cepat.
nurul
nurul - Bisnis.com 19 Mei 2012  |  18:25 WIB

JAKARTA: Para menteri pariwisata dan ketua delegasi negara-negara anggota G20 menyatakan pariwisata menjadi sektor yang paling tangguh dan menjadi salah satu kegiatan ekonomi yang tumbuh paling cepat.

 

"Pariwisata adalah alat untuk menciptakan lapangan kerja dan betapa pentingnya industri ini yang berkontribusi sedikitnya 9% pada PDB dunia," kata Menparekraf Mari Elka Pangestu, dalam siaran persnya.

 

Mari yang menghadiri pertemuan para menteri pariwisata G 20 mengatakan pada 2011, di tengah ketidakpastian ekonomi yang berkembang, wisatawan internasional meningkat 4,6% mencapai 982 juta jiwa, sementara penerimaan pariwisata internasional tumbuh sebesar 3,8%"Kami berkumpul di Merida, Meksiko 16 Mei 2012 dan fokus pada peranan sektor pariwisata sebagai pencipta lapangan kerja. Hasil-hasil pertemuan membahas dampak langsung maupun tidak langsung dari pariwisata dan pencapaian lain dari berkembangnya industri ini ," tambahnya.

 

Selain para menteri pariwisata negara-negara anggota G20, pertemuan juga di hadiri perwakilan dari World Tourism Organization (UNWTO) dan organisasi pariwisata lainnya.Perwakilan organisasi lainnya dalam pertemuan ini adalah World Travel and Tourism Council (WTTC), Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), Organisasi Buruh Internasional (ILO), Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), International Air Transport Association (IATA) dan International Trade Center (ITC).

 

Prediksi pergerakan wisatawan mancanegara (wisman) di seluruh dunia pada akhir tahun 2012 akan mencapai 1 miliar orang dan menjadi 1,8 miliar pada tahun 2030.Pariwisata adalah penggerak utama penciptaan lapangan kerja atau terhitung 8% dari ketenagakerjaan global. Setiap pekerjaan di sektor pariwisata diperkirakan membuat dua pekerjaan baru di sektor lain.Pariwisata juga mempekerjakan enam kali lebih banyak orang daripada sektor manufaktur otomotif global, empat kali lebih banyak dari sektor pertambangan, dan lebih sepertiga dari sektor keuangan."Kami sangat percaya bahwa produktivitas dan kualitas pelayanan sektor pariwisata dapat mengurangi kemiskinan dan jadi titik masuk bagi karir para pekerja muda," jelas Mari.Para menteri pariwisata juga sepakat sektor ini memainkan peran utama dalam perdagangan internasional. Ekspor dari pariwisata internasional (termasuk transportasi penumpang) mencapai lebih dari US$1,2 triliun atau 30% dari ekspor jasa dunia tahun lalu.Industri ini juga mewakili sekitar 45% dari ekspor layanan untuk negara-negara berkembang dan pariwisata memberikan salah satu jalan yang paling kompetitif untuk mengakses ekonomi global.Mari menjelaskan bahwa fasilitasi visa saja sudah dapat menciptakan lima juta pekerjaan tambahan di negara-negara G20. Pendapatan suatu negara dari visa mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja melalui pariwisata.Penelitian awal oleh UNWTO dan World Travel & Tourism Council (WTTC) menunjukkan bahwa dari 656 juta wisatawan internasional yang berkunjung ke negara-negara G20 pada tahun 2011 maka sedikitnya 110 juta orang memerlukan visa, sementara jutaan lainnya terhalang untuk bepergian dengan biaya, waktu tunggu dan kesulitan memperoleh visa.Dengan kemudahan visa di negara -negarra anggota G20 saja, jumlah kunjungan wisman yang bisa ditingkatkan mencapai 122 juta orang dan menghasilkan sedikitnya US$ 206 miliar."Visa menciptakan lebih dari lima juta pekerjaan tambahan pada 2015," kata Mari Pangestu.Terlepas dari langkah besar dibuat dalam beberapa dekade terakhir untuk memudahkan perjalanan wisata, diakui masih ada negara yang belum mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam meningkatkan prosedur visa.

 

"Dalam hal visa, kami sepakat untuk menerapkan program eVisa dan menetapkan perjanjian regional untuk memfasilitasi visa," jelasnya.Sekretaris Jenderal UNWTO, Taleb Rifai, kata Mari juga meminta Pemerintah G20 untuk memberikan kemudahan visa sehingga mendukung penciptaan lapangan kerja."Langkah-langkah kecil menuju fasilitasi visa dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang besar," tegasnya.  (ea)

 

 

BACA PULA ARTIKEL LAINNYA:

MORE ARTICLES:

+ JANGAN LEWATKAN5 Kanal TERPOPULER Bisnis.com


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top