WISATA KULINER: Penganan untuk penyuka daging

Tak lengkap rasanya bila Anda berwisata ke Bandung tanpa mencicipi ragam kuliner yang disajikan hampir di setiap sudut kota. Dari sekian banyak tempat, tempat jajan berikut ini layak untuk Anda singgahi khususnya bagi pecinta daging.
News Editor | 21 April 2012 09:03 WIB

Tak lengkap rasanya bila Anda berwisata ke Bandung tanpa mencicipi ragam kuliner yang disajikan hampir di setiap sudut kota. Dari sekian banyak tempat, tempat jajan berikut ini layak untuk Anda singgahi khususnya bagi pecinta daging.

 

Pertama, restoran Karnivor yang terletak di jalan RE Martadinata Bandung. Sajian spesial tempat makan ini adalah burger dengan berat 1 kilogram dan tinggi sekitar 25-30 cm.

 

Burger yang diberi nama Meat Tower ini berisi lima tumpuk daging sapi yang beratnya masing-masing 200 gram. Burger ini tidak hanya berisi daging, melainkan ada juga sayuran, seperti selada, tomat, bawang bombay, dan juga mentimun di tiap lapisannya.

 

Untuk menambah cita rasa menu yang satu ini, saus barbeque dan saus mayonaise dioleskan di tiap lapisan daging burger. Layaknya burger lainnya, Meat Tower pun ditutup dengan dua buah roti di bagian atas dan bawahnya. Karena porsinya yang terbilang amat besar, menu ini bisa dinikmati oleh empat hingga lima orang.

 

Burger jumbo ini disajikan di atas kayu yang didesain khusus dan dihidangkan dengan dua buah api di pinggirnya. Selain mempercantik tampilan, api ini juga berguna untuk menjaga agar burger ini tetap hangat ketika disajikan pada penikmatnya.

 

Bingung cara memakannya? Meat Tower memang sengaja dibentuk unik agar pembeli bisa menentukan sendiri cara memakannya. Anda bisa mulai memakannya dengan cara mencopot satu per satu tiap lapis dagingnya, atau bisa juga dengan cara dipotong dari atas ke bawah. Atau Anda bisa menikmatinya dengan gaya sendiri.

Merasa tertantang dengan menu ini? Untuk bisa mencicipi Meat Tower dengan total daging mencapai 1 kg ini, Anda harus mengeluarkan kocek sebesar Rp149.000 per porsi.

 

Bakso cuanki

 

Selanjutnya, bagi pecinta jajanan bakso, bisa mencicipi bakso yang dikenal dengan sebutan cuanki sesuai dengan asal muasal munculnya pedagang bakso pikul keliling itu yang menamakan dirinya pedagang ‘cuanki’sebagai kepanjangan ‘cari uang jalan kaki’.

 

Menangkap tingginya penikmat kuliner yang satu ini, dan menjawab rasa penasaran para wisatawan, beberapa pedagang menawarkan bakso cuanki dengan konsep yang berbeda. Bukan lagi pedagang keliling, tetapi menjadi warung bakso yang menetap dan bergaya semikafe dengan merek dagang khusus.

 

Salah satunya Dara Kembar, yang berlokasi di Jalan Gajah No 24, Kota Bandung. Selintas, cuanki yang disajikan di tempat tersebut tidak jauh berbeda dengan cuanki kaki lima yang ada di pasaran. Namun, cita rasa telah diracik lebih mengena di lidah dan penyajiannya tampak lebih modern.

 

“Sekarang kan lebih banyak bakso Malang, padahal makanan khas Bandung ini kan ada cuanki. Karena itu, kami ingin mencoba menjadikan makanan rumah menjadi lebih modern seiring dengan berjalannya waktu,” ujar pemilik Dara Kembar, Medi Rahmadi, kepada Bisnis belum lama ini.

 

Modifikasi konsep itu, tidak menghilangkan ciri khas cuanki aslinya seperti bahan ikan dibuat dari ikan tenggiri asli dengan ditambah bumbu rahasia Dara Kembar. Bila dilihat sekilas, cuanki yang disajikan Dara Kembar ini serupa dengan pedagang cuanki lainnya hanya saja cara penyajian yang berbeda yaitu menggunakan mangkuk tanah liat, semacam cobek, yang dipanaskan terlebih dahulu.

 

“Kami sengaja menggunakan itu agar hangat cuankinya lebih tahan lama. Makanan yang hangat terasa lebih nikmat saat disantap,” ujarnya.

 

Salah satu menu cuanki favorit di tempat ini adalah pilihan siomay goreng reuwas. Dalam bahasa Sunda, reuwas berarti kaget. Bagi yang menyantap menu ini, pengunjung akan merasakan sensasi terkaget-kaget karenarasa pedasnya.

 

Tak hanya itu, di sini tersedia pula pilihan cuanki bacang. Bukan tanpa alasan, ternyata bacang berpadu dengan cuanki memberikan sensasi kenikmatan yang tiada tara.

 

Selain ke Dara Kembar, ada satu kiblat dagangan cuanki lainnya yang sering dikunjungi penyuka jajanan Bandung, yakni Cuanki Serayu. Sesuai dengan namanya, warung cuanki tersebut terletak di Jalan Serayu No 2, Kota Bandung.

 

Cuanki Serayu milik pria asal Kebumen, Kasno, dirintis sejak 1997. Kasno mengaku sebelumnya tidak mengetahui apa-apa soal meracik cuanki hingga seorang temannya membagi resep pembuatan bakso itu. Dengan bermodal uang pribadi sebesar Rp3 juta, dia memulai usahanya.

 

“Teman saya dulu bekerja sama orang China yang jualan cuanki di Cibadak, terus dia ngajarin saya bikin, akhirnya 1997 saya buka outlet di Jalan Serayu,” ungkapnya.

 

Menurutnya, Cuanki Serayu berbeda dengan kebanyakan cuanki yang dijual berkeliling. Kasno selalu memperhatikan kualitas bahan yang digunakan untuk membuat kuah dan segala isi cuanki, seperti tahu yang dipesan khusus, dan bahan baku yang menggunakan ikan tenggiri segar. (K30/M01/M02/12) (redaksi@bisnis.co.id) (tw)

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ Berita BISNIS INDONESIA hari ini: S&P ogah buat INVESTMENT GRADE?

+ INDONESIAN IDOL 2012: BELINDA pulang!

+ PESAWAT JATUH, 127 penumpang TEWAS

+ ACEH kembali diguncang GEMPA 5,9 SR

+ BAKRIE trying to rise additional capital from RIGHTS ISSUE

+ INDOSAT BOND: IDR2.5 Trillion

 

Sumber : Bisnis

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top