FLORAIDE EXPO BELANDA: Harus jadi ajang promosi daerah

 
nurul | 20 April 2012 18:33 WIB

 

JAKARTA: Kehadiran paviliun Indonesia di ajang Floriade Expo Belanda harus dimanfaatkan dengan maksimal untuk mempromosikan potensi daerah, kata Sapta Nirwandar, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, hari ini.

 

Pada ajang expo selama enam bulan di Venlo, Belanda yang dibuka Ratu Beatrix sejak 4 April lalu tema pamerannya adalah Relax and Healing dimana Indonesia memamerkan keragaman obat-obatan herbal, jamu dan menyediakan pelayanan spa wellness yang memakai rempah-rempah.

 

"Spa Indonesia adalah yang terbaik di dunia dan obat-obatan herbal dari beras kencur, jahe, kunyit asem menjadi daya tarik untuk menjaring pengunjung ke paviliun Indonesia," kata Sapta yang didaulat sebagai Chairman of Executive Committee penyelenggaraan expo yang diselenggarakan setiap 10 tahun itu.

 

Expo yang menuntut sinergi berbagai instansi pemerintah ini menonjolkan beragam potensi daerah. Karena itu pihaknya berharap pemprov yang berpartisipasi menampilkan produk yang terbaik karena expo dapat mengundang investor secara langsung.

 

“Kami optimalkan semua subtema yang ada untuk mempromosikan potensi daerah seperti green engineering, education and inovation,  lingkungan dan subtema World Show Stage.”

 

Untuk tema Healing & Wellness, kata Sapta,  dipajang jamu dan spa serta obat-obatan herbal tradisional . Begitu pula dengan makanan ada  manisan pala, kedondong, sirup markisa Medan hingga kecap pala asal Fak-fak dari Papua Barat.

 

Indonesia, ujarnya, memanfaatkan dengan optimal semua subtema yang ada dalam expo yang berlangsung 5 April-7 Oktober 2012 itu.

 

Untuk subtema green engineering misalnya, fokusnya lebih kehutanan. Sementara subtema lainnya yakni education and innovation mengajarkan manfaat tumbuhan jarak yang diolah menjadi bio-gas, sumber energi baru dari tanaman.

 

Indonesia juga menonjolkan industri kreatif di World Stage yang mampu menampung 5000 orang untuk mempromosikan destinasi wisata dan keragaman seni dan budaya dari berbagai daerah lewat berbagai atraksi kesenian dan musik.

 

Paviliun Indonesia di isi dengan empat rumah adat Toraja, joglo, rumah Kalimantan (rumah panjang) dan rumah Jineng dari Jatim. Sebuah miniatur Candi Borobudur berukuran 5 X 5 meter diantara rumah-rumah adat tersebut.

 

"Kami juga tampilkan hasil perkebunan seperti ketumbar, kopi Luwak,kopi Toraja, Wamena, Gayo dan tentunya kopi Lampung. Tak ketinggalan the aruk dari Sumbar sampai buah manggis yang menjadi bahan pewarna dan obat," kata Sapta.

 

Paviliun Indonesia juga memamerkan rumput laut yang bisa diolah jadi supplement food bentuk jeli yang disukai masyarakat Cina, Jepang dan Korea. Rumput Indonesia yang memiliki 497 jenis perlu dipromosikan dengan luas.

 

Lokasi Venlo yang berbatas dengan Jerman dan Belgia akan membuat RI lebih mudah mempromosikan ke negara-negara tetangga Belanda itu.

 

Kunjungan wisatawan Belanda ke Indonesia tahun lalu mencapai 157.000 orang, dari Jerman 141.000 dan Belgia baru 22.000 orang.

 

Venlo World Expo Floriade 2012 diikuti 40 negara. Indonesia mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif, industri pertanian, kehutanan,perkebunan dan perdagangan sekaligus menarik investor asing. (ea)

 

Tag :
Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top