WISATA BAHARI: Destinasi bagian barat belum dikembangkan

JAKARTA: Pelaku wisata bahari mengusulkan pengembangan destinasi tidak terbatas di Indonesia bagian timur, tetapi juga merambah wilayah bagian barat. Sekjen Gabungan Usaha Wisata Bahari dan Tirta (Gahawisri) Didien Junaedy mengatakan selama ini
News Editor
News Editor - Bisnis.com 19 April 2012  |  18:15 WIB

JAKARTA: Pelaku wisata bahari mengusulkan pengembangan destinasi tidak terbatas di Indonesia bagian timur, tetapi juga merambah wilayah bagian barat. Sekjen Gabungan Usaha Wisata Bahari dan Tirta (Gahawisri) Didien Junaedy mengatakan selama ini pengembangan destinasi wisata bahari terfokus di Indonesia bagian timur. Padahal wilayah Indonesia bagian barat memiliki atraksi yang tak kalah menarik. "Pengembangan ini harusnya equal. Jangan sampai wisatawan ke Bali terus dan tidak punya pilihan lain. Padahal, kita punya atraksi cukup kuat di bagian barat," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Kamis, 19 April 2012. Menurutnya, di Indonesia terdapat 200 kabupaten bahari yang memiliki atraksi menarik, tetapi hanya beberapa destinasi yang terkelola dengan baik, terutama di wilayah Indonesia bagian timur, seperti Bali, Alor, Wakatobi, Raja Ampat dan Derawan. Dia mengusulkan rencana investasi US$41,9 juta di sektor wisata bahari tahun ini harus mencakup pengembangan destinasi di wilayah barat untuk menggaet wisatawan Singapura. Sebelumnya, Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Achyaruddin mengatakan sebagian besar dari investasi itu digunakan untuk mengembangkan wisata bahari di Bali, disusul Raja Ampat, NTB, NTT dan Kepulauan Riau. Didien menyampaikan Gahawisri telah lebih dulu memberi contoh dengan mengembangkan Kepulauan Anambas di Kepri sebagai titik pusat destinasi wisata bahari di Indonesia bagian barat, dengan melengkapi atraksi snorkeling, diving, swimming, yachting dan fishing. "Ini gagasan pelaku wisata yang tergabung dalam Gahawisri bersama dengan Pemda Kepri. Kami ingin Anambas menjadi ikon di Indonesia bagian barat. Apalagi, Kepri ini kan gateway [pintu gerbang] bagi market di Singapura," tuturnya. (08/tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Sri Mas Sari

Editor : Nadya Kurnia
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top