PENGEMBANGAN PARIWISATA: Keamanan kondusif faktor kunci menarik wisman

JAKARTA: Faktor keamanan menjadi faktor penentu dominan dari pengembangan pariwisata nasional maupun global, bukan faktor ekonomi.
nurul
nurul - Bisnis.com 04 April 2012  |  09:04 WIB

JAKARTA: Faktor keamanan menjadi faktor penentu dominan dari pengembangan pariwisata nasional maupun global, bukan faktor ekonomi.

 

“Data kami menunjukkan sejak tahun 2000 peristiwa-peristiwa penting di Tanah Air maupun di dunia akan mempengaruhi pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara [wisman],” kata Abdul Kadir, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, hari ini.

 

Sebagai contoh pada tahun 2001 jumlah kunjungan wisman ke Indonesia jumlahnya 5,1 juta dengan  pertumbuhan hanya 1,77% padahal tahun sebelumnya tumbuh 7,12%.

 

“Soalnya  karena tahun 2000 ada kerusuhan Poso dan bom BEJ maka dampaknya terjadi pada tahun berikutnya. Pada 2001 pertumbuhan wisman dunia 0,89% seiring terjadinya tragedi WTC New York,” ujarnya.

 

Kasus Bom Bali 1 dan adanya travel warning untuk tidak berkunjung ke Indonesia dari Pemerintah Australia juga langsung menurunkan kunjungan wisman pada 2002, pertumbuhan kunjungan bahkan minus 2,33%.

 

Tahun 2003 jumlah wisman anjlok menjadi 4,5 juta,  pertumbuhan minus 11,25%. Sementara pertumbuhan wisatawan dunia juga mengalami minus 0,86 dengan jumlah wisman 694 juta orang dari tahun sebelumnya yang mencapai 700 juta orang.

 

“Sepanjang tahun itu peristiwa penting adalah konflik Iran, wabah SARS yang melanda Asia Pasifik dan di Tanah Air terjadi bom di Hotel JW Marriott, Jakarta,” jelasnya. (yus)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : David Eka Issetiabudi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top