Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sahid bangun kondotel baru di Surabaya

SURABAYA: PT Sahid International Hotel Management & Consultant menganggarkan Rp375 miliar untuk investasi kondominium hotel (kondotel) baru di Surabaya, Jawa Timur.Hariyadi Sukamdani, Presiden Direktur Sahid Hotel mengatakan pihaknya saat ini masih
News Editor
News Editor - Bisnis.com 09 November 2011  |  12:36 WIB

SURABAYA: PT Sahid International Hotel Management & Consultant menganggarkan Rp375 miliar untuk investasi kondominium hotel (kondotel) baru di Surabaya, Jawa Timur.Hariyadi Sukamdani, Presiden Direktur Sahid Hotel mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan riset pasar dan visibility study terkait rencana investasi tersebut."Rencananya akan diinvestasikan sekitar Rp375 miliar untuk kondotel ini, tapi masih menunggu hasil feasibilty study dan riset pasar untuk menentukan harga," katanya pada wartawan, hari ini.Hariyadi menuturkan kondotel yang nantinya terdiri dari 560 unit ini mulai dibangun tahun depan setelah feasibilty study dan riset pasar selesai.Lahan yang disediakan untuk kondotel bintang empat itu seluas 8.000 m2 dan  masih berada di kompleks Hotel Sahid Surabaya."Karena fokus kami masih di MICE (Meeting,Incentive,Convention, Exhibition), yang kami perbanyak di kondotel ini adalah ruang pertemuan. MICE menyumbang 55% dari total pendapatan kami," jelasnya.Saat ini terdapat lima properti di Jatim yang berada di bawah naungan Sahid Hotel selain Hotel Sahid Surabaya yakni Sahid Montana dan Griyadi Montana.Kemudian Griyadi Antariksa, dan Selorejo Resort yang semuanya berada di kawasan Malang raya. Selain itu masih ada Kondotel Gunawangsa di Surabaya.Hariyadi mengaku masih optimis dengan potensi bisnis perhotelannya di Jatim kendati banyak hotel baru yang bermunculan. 

Strategi & segmentasi

Menurutnya, selama strategi dan segmentasi yang dibidik tepat, maka hotel tersebut pasti mampu bersaing."Properti yang mulai kami kelola pada September 2011 di Jatim semuanya masih mengalami kenaikan pendapatan," ungkapnya.Dia menjelaskan dibandingkan dengan rerata pendapatan di bulan-bulan sebelumnya, Griyadi Antariksa mencatat kenaikan pendapatan sebesar 40%.Sementara itu, Griyadi Montana dan Sahid Montana naik 20%, sementara Selorejo Resort naik 200% atau dua kali lipat.Erny Sulistyowati, General Manager Hotel Sahid Surabaya mengungkapkan tingkat okupansi hotel tersebut hingga september 2011 berkisar 70%. "Pendapatan kami bulan ini masih naik 10%," ujarnya.Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Jatim Muhammad Soleh mengkhawatirkan sejumlah hotel di Jatim mengalami over supply, karena bertumpuk di Surabaya dan Batu."Hotel di kota besar di Jatim over supply, khususnya seperti di Surabaya dan Batu-Malang. Sebaliknya di Kediri, Lamongan, dan kota lainnya di Jatim justru kekurangan hotel,” katanya.Berdasarkan data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim akan ada sekitar 15 hotel berbintang baru di Surabaya, padahal saat ini di Surabaya sudah ada sekitar 38 hotel berbintang.Sedangkan di Jawa Timur sendiri terdapat sekitar 84 hotel berbintang dengan total kamar sekitar 8.598 kamar, dan hotel non bintang sekitar 1.510 hotel dengan total kamar sekitar 24.293 kamar.Ekspansi ke luarHariyadi menambahkan, Sahid Hotel juga mulai menjajaki peluang untuk mengembangkan bisnis propertinya ke sejumlah negara di Asia. Negara-negara itu antara lain Cina, Vietnam, Kamboja, dan Singapura."Kami masih mempertimbangkan semua instrumen keuangan yang ada untuk ekspansi ke luar, kemungkinan baru bisa 2014," terangnya. Hingga 2013 PT SIHM&C masih memperkuat konsolidasi di pasar domestik.Tahun depan, perusahaan milik keluarga Sukamdani tersebut akan menambah dua hotel di Jakarta dan mengelola sebuah hotel di Jayapura, Papua. Selain itu masih ada proyek pusat perbelanjaan "Beach Walk Mall" di daerah Kuta, Bali. (24/bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bunga Citra Arum N

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top