Bali masih aman untuk wisatawan asing

DENPASAR: Gabungan Industri Pariwisata Indonesia optimistis bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepuluh (GBIS) Kepunton, Solo, Jawa Tengah tidak akan berdampak kuat pada tingkat kunjungan wisatawan di Provinsi Bali.Ketua Gabungan Industri Pariwisata
Matroji
Matroji - Bisnis.com 26 September 2011  |  13:34 WIB

DENPASAR: Gabungan Industri Pariwisata Indonesia optimistis bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepuluh (GBIS) Kepunton, Solo, Jawa Tengah tidak akan berdampak kuat pada tingkat kunjungan wisatawan di Provinsi Bali.Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) IB Ngurah Wijaya mengatakan obyek pariwisata di Provinsi Bali masih relatif aman untuk kunjungan wisatawan, terutama asing. Tingginya angka kunjungan wisatawan mancanegara tidak akan terpengaruh peledakan bom bunuh diri di Solo. “Pariwisata Bali masih akan bertahan seperti biasanya,” katanya, hari ini.Tingkat kunjungan wisatawan, lanjut dia, masih akan meninggi hingga akhir tahun meski sejumlah negara memberlakukan travel warning.

GIPI yang beranggotakan seluruh pengusaha pariwisata, asosiasi usaha pariwisata, asosiasi profesi, asosiasi lain yang terkait langsung dengan pariwisata masih optimistis Bali aman dari terorisme. Namun, sebagaimana diketahui sektor pariwisata di Provinsi Bali, tercatat dua kali diguncang bom pada 2002 dan 2005.Pada kasus pengeboman gereja di Solo, tegas dia, tidak akan banyak mempengaruhi sektor pariwisata di Bali. Banyak wisatawan yakin Bali obyek wisata masih aman dari serangan teroris. Untuk itu optimalisasi kerjasama pengamanan perlu ditingatkan dengan petugas kepolisian.Pada peningkatan intensitas keamanan obyek wisata, perusahaan negara yang bergerak di sektor pariwisata, PT Bali Tourism Development Corporation (BTDC) juga telah memperketat basis operasional keamanan. Saat ini, BTDC mengelola sebagian obyek wisata elit di kawasan Nusa Dua.Direktur Operasional BTDC, I Nyoman Cakra mengatakan intelijen dari kepolisian telah disebar melengkapi 100 petugas keamanan mandiri. Selain itu pada empat pos pintu masuk, penjagaan diperketat dengan menyiagakan petugas Kepolisian Daerah Provinsi Bali dari satuan Brimob. Selain itu, penjagaan dari keamanan desa setempat/pecalang juga turut difungsikan.Pada angka wisatawan, Nyoman berpendapat, peledakan bom bunuh diri di Solo berpotensi menurunkan jumlah wisatawan. Namun, sejauh mana penurunan masih belum bisa diprediksi. Selama keamanan kawasan wisata terjaga, pengunjung terutama dari mancanegara masih akan mempercayakan bali sebagai destinasi wisata utama.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top