Wujudkan DMO butuh koordinasi

JAKARTA: Upaya mewujudkan Destination Management Organization (DMO) yang ideal dibutuhkan koordinasi lintas sektoral dan komitmen tinggi dari masyarakat.Firmansyah Rahim, Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata (PDP) Kemenbudpar, mengatakan DMO merupakan
nurul
nurul - Bisnis.com 13 September 2011  |  18:56 WIB

JAKARTA: Upaya mewujudkan Destination Management Organization (DMO) yang ideal dibutuhkan koordinasi lintas sektoral dan komitmen tinggi dari masyarakat.Firmansyah Rahim, Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata (PDP) Kemenbudpar, mengatakan DMO merupakan suatu proses pembentukan dan pengembangan organisasi tata kelola destinasi pariwisata yang berkelanjutan berbasiskan proses mulai dari perencanaan hingga operasional dan pemantauan."DMO memang ilmu baru di kalangan industri pariwisata di Tanah Air. Begitu pula bagi pengelola destinasi wisata di luar negeri. Intinya sekadar punya daya tarik saja tidak cukup. Destinasi wisata harus di kelola, ditata dan dipublikasikan secara profesional," ujarnya hari ini.Menurut dia, dalam dua tahun pengenalan DMO kendalanya masih belum adanya kesamaan visi dan misi dari masyarakat setempat untuk mengelola destinasi bersama."Danau Toba, Sumatra Utara, misalnya yang sudah ditetapkan sebagai satu dari 15 destinasi yang menerapkan DMO masih harus menghadapi kendala belum berpadunya masyarakat untuk konsisten menerapkan DMO dan melayani turis dengan profesional," katanya.Padahal menerapkan DMO ibaratnya membentuk orkestra, butuh kekompakan dan keharmonisan sehingga menghasilkan untaian lagu yang dapat dinikmati bersama."Harus bekerja dengan sistem dan saling mendukung dengan pihak terkait. Ilustrasi seperti  ini yg belum terjadi di banyak DMO. Oleh karena itu pendekatan pada masyarakat melalui pendampingan dan komunikasi intensif."Banyak orang memahami dampak berganda dari kunjungan wisman, tetapi suka jalan sendiri-sendiri dalam pengembangannya. Oleh karena itu Ditjen PDP pada 21-22 September akan mengadakan konferensi nasional DMO di Labuan Bojo, Flores, Nusa Tenggara Timur."Tujuannya untuk memperoleh penguatan dan solusi alternatif terhadap kendala tekhnis, manajerial dan finansial dalam pembentukan DMO," ungkap Firmansyah.Sebanyak 15 destinasi pariwisata di Indonesia dikembangkan dengan konsep DMO yaitu Kota Tua Jakarta, Pangandaran (Jabar), Borobudur (Jateng), Bromo-Tengger-Semeru (Jatim), Toba (Sumut), dan Sabang (NAD).Selain itu Bali, Rinjani (NTB), Komodo-Kelimutu-Flores (NTT), Tanjung Puting (Kalteng), Derawan (Kaltim), Toraja (Sulsel), Bunaken (Sulut), Wakatobi (Sultra), dan Rajaampat (Papua). (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top