Upaya Kemenkop kembangkan desa wisata berhasil

JAKARTA: Upaya Kemenkop dan UKM  merintis pengembangan desa wisata atau agroturisme di bawah pengelolaan koperasi di empat wilayah sampel yakni Jateng, Jatim, Bali, dan Sulut mulai membuahkan hasil.Deputi Bidang Pengkajian Sumber Daya UKMK Kemenkop
nurul
nurul - Bisnis.com 12 September 2011  |  16:06 WIB

JAKARTA: Upaya Kemenkop dan UKM  merintis pengembangan desa wisata atau agroturisme di bawah pengelolaan koperasi di empat wilayah sampel yakni Jateng, Jatim, Bali, dan Sulut mulai membuahkan hasil.Deputi Bidang Pengkajian Sumber Daya UKMK Kemenkop dan UKM I Wayan Dipta mengatakan di Bangli, Bali, pihaknya mendapat laporan setiap hari rata-rata 10 wisman wisman berkunjung."Agroturisme atau disebut agrowisata memang menjadi jenis wisata yang diminati. Selain didukung potensi sumber daya alam yang ada, koperasi memang berpeluang baik untuk dapat mengelola agrowisata," katanya hari ini.Dalam pengembangan desa wisata yang melibatkan koperasi, pihaknya juga mempertimbangkan aspek lain berupa keanekaragaman hayati, sosial ekonomi, kelembagaan, dan sarana prasarana desa setempat yang akan dikembangkan sebagai desa agrowisata.Menurut dia, selain koperasi berpeluang besar untuk sukses mengelola agrowisata pihaknya juga bersinergi dengan instansi terkait seperti Kemenbudpar dan Kantor Menko Kesra yang telah mengembangkan PNPM  Pariwisata di berbagai wilayah di Indonesia.Proyek rintisan pada tahap awal di provinsi Jatim dan Bali. Setelah dilakukan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait, maka untuk Provinsi Jatim , daerah yang dinilai memiliki potensi pengembangan agrowisata adalah Kota Batu, Malang. Sedangkan untuk Provinsi Bali adalah Kabupaten Bangli.Wayan Dipta menambahkan dalam kegiatan rintisan pengembangan agrowisata melalui koperasi itu diperoleh hasil yaitu ada dua koperasi yang akan dijadikan rintisan Kopeg rasi Petani Bumiaji di Kota Batu, Malang dan Koperasi Unit Desa Sulahan, Kabupaten Bangli.Koperasi Bumiaji diproyeksikan mengelola obyek wisata agrowisata di Kota Batu Malang yang merupakan penghasil apel, bunga, dan sayuran organik.Sedangkan KUD Sulahan di Kabupaten Bangli diproyeksikan mengelola pengembangan OVOP (One Village One Product) untuk perkebunan jeruk, padi organik, buah-buahan, dan sayur-mayur."Adanya rintisan ini diharapkan koperasi akan memperoleh manfaat berupa pengembangan usaha koperasi yang menguntungkan, optimalisasi keterlibatan masyarakat anggota koperasi dalam industry wisata serta melestarikan lingkungan dan budaya," tambah Wayan. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top