Tompi Bilang Wisata Kuliner di Malang Dahsyat

Penyanyi jazz papan atas Indonesia, Tompi atau yang memiliki nama asli Teuku Adifitrian, mengaku kagum dengan potensi wisata budaya dan kuliner yang dimiliki kota/kabupaten Malang.
M. Sofi’I | 02 November 2014 17:50 WIB
Tompi atau yang memiliki nama asli Teuku Adifitrian. - antara

Bisnis.com, MALANG - Penyanyi jazz papan atas Indonesia, Tompi atau yang memiliki nama asli Teuku Adifitrian, mengaku kagum dengan potensi wisata budaya dan kuliner yang dimiliki kota/kabupaten Malang.

Kekaguman tersebut disampaikan penyanyi kelahiran Aceh tersebut sewaktu melakukan hunting fotografi bersama teman-temannya yang tergabung dalam Indonesia Film (IdF) Community selama Sabtu-Minggu (1-2/11/2014) mulai di gunung Bromo, candi Singosari, hingga pasar tradisional di Malanga.

“Malang memiliki potensi besar di bidang pariwisata baik alam, budaya, maupun kulinernya. Jika dikembangkan dengan baik Malang bakal menjadi tujuan wisata selain Bali,” kata Tompi saat melakukan hunting foto sendratari Grebeg Jowo di candi Singosari, Sabtu (1/11/2014) malam.

Bahkan kendati baru kali pertama datang ke candi Singosari, Tompi mengaku kagum dengan cagar budaya yang menjadi saksi kejayaan kerajaan Singhasari tersebut.

Bahkan secara khusus untuk wisata kuliner, Malang memiliki aneka jenis kuliner yang enak. Selama di Malang pihaknya juga mengaku telah berburu kuliner di sejumlah tempat.

“Selama di Malang perut saya betul-betul dimanjakan dengan aneka kuliner yang  enak,” jelas dia.

Pihaknya juga berharap pemerintah daerah (pemda) maupun pihak swasta untuk memajukan wisata budaya yang dimiliki dengan menggelar even sendratari, musik keroncong, maupun kesenian tradisional lainnya seperti yang dilakukan di oleh pengembang Singhasari Residence di candi Singosari secara rutin.

Terbukti pergelaran sendratari dan musik keroncong yang digelar di candi Siangosari pada Sabtu (1/11/2014) malam, mampu berlangsung secara memikat dan pihaknya optimistis wisatawan akan menyukai pergelaran sejenis.

“Sangat sayang jika potensi yang ada seperti candi Singosari ini tidak dimaksimalkan dengan baik. Karena itu membutuhkan perhatian baik pemerintah daerah maupun swasta,” ujarnya.

Ismono Jossianto, Direktur Perumahan Araya Kota Malang, mengatakan kesenian tradisional jika dikemas dengan baik seperti yang ditampilkan di candi Singosari  maka akan menjadi sebuah destinasi wisata budaya yang menarik.

“Harapannya pergelaran kesenian tradisional seperti ini bisa digelar rutin sehingga menjadi agenda wisata budaya andalan di Malang,” tambah dia.

Ki Suryo, pimpinan Sanggar Mahajajagu Tumpang kabupaten Malang, mengatakan kepedulian pihak swasta di bidang pengembangan wisata budaya mutlak dibutuhkan.

“Pergelaran sendratari di candi Singosari dan candi Jago Tumpang jika rutin digelar akan memperkuat wisata budaya di kabupaten Malang seperti sendratari Ramayani di candi Prambanan Jawa Tengah,” ujarnya.

Tag : kuliner
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top